Langsung ke konten utama

TECHNOPRENEURSHIP

Apa Itu Technopreneur? Technopreneur adalah istilah yang digunakan untuk menyebut seseorang yang memutuskan untuk menjalankan bisnis dengan memanfaatkan teknologi. Tahukah kalian jika para miliarder dunia saat ini sebagian besar didominasi oleh para technopreneur? Sebut saja Bill Gates yang sukses menjadi seorang teknopreneur melalui Microsoft atau Mark Zuckerberg yang sedari muda sudah sukses membangun platform social media dengan jumlah pengguna hampir sepertiga penduduk dunia 2,5 milyar.

Menurut Drucker (1996) entrepreneurship didefinisikan sebagai aktivitas yang secara konsisten dilakukan guna mengkonversi ide-ide yang bagus menjadi kegiatan usaha yang menguntungkan. Berdasarkan penjabaran sebelumnya diketahui bahwa teknologi merupakan bagian dari solusi yang diperlukan untuk memenuhi peluang. Untuk mendefinisikan arti technopreneurship, hal yang harus diperhatikan adalah penelitian komersialisasi. Ada sejumlah cara untuk mengkomersialisasi teknologi, yaitu lisensi, berpartner kepada pihak lain yang akan mengkomersialisasikannya.

Secara garis besar technopreneurship sebenarnya merupakan bagian dari entrepreneurship. Namun, dalam prakteknya technopreneurship lebih memanfaatkan teknologi sebagai sumber daya utama bisnis. Sementara entrepreneur lebih mengedepankan transaksi konvensional. Selain itu, tingkat persaingan juga bisa menjadi perbedaan antara entrepreneur dan technopreneur. Hal ini terjadi karena biasanya seorang technopreneur menawarkan ide baru atau substitusi dari produk konvensional dimana tingkat persaingan pasarnya masih rendah.

Keuntungan menjadi technopreneur :

·       Tidak membutuhkan modal yang besar

Dalam dunia technopreneur, modal yang paling berharga adalah ide awal, kemudian dari ide tersebut dilakukan eksekusi dengan cara membuat minimum viable product (MVP) sebagai uji pasar. Seluruh eksekusi ini biasanya dimulai dari tahap startup, sehingga bisa dilakukan hampir tanpa modal. Anda hanya butuh menemukan team yang terdiri dari Co-Founder, CFO, CTO, dan business development yang bersedia untuk dibayar menggunakan saham.

 

·       Tidak perlu tempat usaha atau kantor yang besar

Karena bisnis akan berbasis teknologi akan membuat pekerjaan dapat dikerjakan dimana saja asalkan terdapat laptop dan koneksi internet

 

·       Dapat dimulai dari rumah

Karena technopreneurship adalah soal prinsip dan inovasi, sehingga untuk memulai bisnis yang berbasis teknologi memang akan sederhana yang bahkan bisa dimulai dari rumah karena hanya dibutuhkan sebatas produk prototipe

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

DAMPAK TEKNOLOGI INFORMASI

Setelah banyaknya manfaat dari penggunaan teknologi informasi, tentunya penggunaan teknologi informasi mempunyai dampak negatif apabila digunakan untuk keperluan yang melenceng dari tujuan dibuatnya teknologi informasi tersebut. Contoh dampak negatif dari penggunaan teknologi informasi : 1.     Merenggangkan hubungan sosial di dunia nyata Tak bisa dipungkiri lagi bahwa teknologi sudah merekatkan hubungan jarak jauh. Namun secara perlahan manfaat baik dalam berkomunikasi jarak jauh ini memberikan dampak negatif terhadap hubungan sosial dengan orang-orang disekitarnya. Orang-orang yang dalam satu ruangan bisa tidak berbicara karena sibuk dengan gawainya masing-masing. Hal tersebut sering kita temui di kafe, angkutan umum, dll 2.     Maraknya penggunaan akun palsu Bebasnya penggunaan media sosial membuat banyak akun palsu yang beredar. Banyak alasan seseorang membuat akun palsu, dan secara garis besar orang yang membuat akun palsu adalah agar identit...